Rabu, 27 Mei 2015

LKS PRAKTIKUM GERAK HARMONIK SEDERHANA

LEMBAR KERJA SISWA
( LKS)
I.                  Judul Percobaan :  GERAK HARMONIK SEDERHANA
II.               Tujuan     :
  1.  Mengetahui atau menentukan satu getaran penuh.
  2. Untuk memperlihatkan bentuk gelombang. 
  3. Dapat menentukan satu panjang gelombang.
  4. Mengetahui penyebab terjadinya gelombang.
  5. Membuktikan bahwa gelombang merambat melalui medium tetapi tidak membawa mediumnya.
III. Alat dan Bahan:
            1. Getaran                   : Bola kecil (beban), benang.
            2. Gelombang I           : Tali ,penyangga tali, gelang.
            3. Gelombang II          : Nampan, air dan penggaris.
IV. Prosedur Kerja:
A.    Getaran
1.      Meyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.      Menggantungkan sebuah bola atau beban pada salah satu ujung benang.
3.      Mengikat benang pada penyangga.
4.      Menarik atau menyimpangkan bola sehingga membentuk sudut.
5.      Melepaskan bola hingga bola berayun.
6.      Menentukan satu getaran penuh.

B.     Gelombang Transversal dan Longitudinal
Transversal
1.      Mengikatkan salah satu ujung tali pada tiang penyangga.
2.      Memegang ujung tali yang lain dan merentangkannya.
3.      memberikan usikan pada tali dengan cara menghentakkan tali ke atasdan ke bawah.
4.      Memperhatikan gelombang serta menentukan panjang gelombang.
Longitudinal.
1.      Menggabungkan beberapa gelang hingga bentuknya menyerupai slinki.
2.      Merentangkan gelang (slinki).
3.      Memberikan usikan berupa doronagan dan tarikan.
4.      Memperlihatkan bentuk gelombang longitudinal dan menentukan satu panjang gelombag longitudinal.
C.    Gelombang II.
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Mengisi nampan dengan air hingga hampir penuh.
3.      Meletakkan penggaris sejajar dengan lebar nampan.
4.      Menggetarkan penggaris naik turun secara teratur.
5.      Memperhatikan pergerakan air ( gelombang yang terjadi dalam air).
V . KESIMPULAN 
____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
 

LKS PRAKTIKUM KOEFISIEN GESEKAN



LEMBAR KERJA SISWA
(LKS)

I. JUDUL PRAKTIKUM    : KOEFISIEN GESEKAN

II.STANDAR KOMPETENSI
Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika klasik sistem diskret.

III. KOMPETENSI DASAR :
Menjelaskan Hukum Newton sebagai konsep dasar dinamika dan mengaplikasikannya dalam persoalan – persoalan dinamika sederhana.

IV. TUJUAN PRAKTIKUM          :
  1. Mempelajari gaya gesek
  2. Menentukan koefisien gesek statik dan kinetik pada gerak translasi
  3. Agar praktikan memahami konsep gaya gesekan statis maupun kinetis benda pada permukaan bidang datar dan bidang miring dengan sudut tertentu.
  4. Agar praktikan dapat menemukan harga koefisien gesekan statis maupun kinetis dari bahan yang dipakai sebagai beban yang bergesekan dengan papan luncur.
  5. Agar praktikan dapat membedakan antara gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis beserta koefisien gesekan keduanya.

V. ALAT DAN BAHAN
            Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum Koefisien Gesekan, adalah sebagai berikut:
No
Nama Alat dan Bahan
Jumlah
1
Bidang luncur atau bidang miring
1 set
2
Set balok kayu
1 set
3
Neraca Ohaus
1 buah
4
Beban bercelah
Secukupnya
5
Tali
secukupnya

VII. PROSEDUR PRAKTIKUM
A.    Koefisien Gesek Statis pada Bidang Miring
1.      Memasang bidang miring dengan mendatar (q = 0 )
2.      Menimbang massa balok.
3.      Meletakkan balok kayu di atas bidang tersebut.
4.      Dengan perlahan-lahan sudut q diperbesar sampai saat balok akan mulai bergerak. Seperti pada Gambar 1. Catatlah harga tan q
Tabel Percobaan Koefisien Gesek Statis Pada Bidang Miring
No
m
1


B.     Koefisien Gesek Kinetis pada Bidang Miring
1.      Mengatur alat-alat seperti pada Gambar 3.
2.      Menimbang m1 dan m2.
3.      Mengatur sudut q sebesar 20o
4.      Mengulangi percobaan di atas untuk sudut sebesar 30o

Data
m1=......                                                                          m2 =....
Tabel Sudut dan Percepatan
No
a
1




2




1.      Tentukan koefisien gesek statik (µs) pada percobaan A !
2.      Tentukan koefisien gesek statik (µk) pada percobaan B !
3.     Tentukan nilai a pada percobaan B !
4.     Buatlah grafik a vs sin q pada percobaan B ! Bagimana bentuknya ? Apakah yang dapat saudara ketahui dari kurva tersebut ? Bagaimana dengan teori dan beri penjelasan !

VIII. KESIMPULAN
­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­-­­­­­­­­­­­­­­­­-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamis, 19 Maret 2015

Efek Comptom



1.5. Efek Compton
Berikutnya adalah eksperimen yang memberikan bukti paling nyata tentang keberadaan sifat partikel dari radiasi. Kalau efek fotolistrik menguatkan adanya sifat partikel dari cahaya yaitu gambaran foton untuk cahaya, maka efek Compton akan memberikan gambaran sifat gelombang untuk materi. Authur Holly Compton (1923) meyakinkan realitas foton karena memperkenalkan momentum foton, juga energi foton kedalam situasi eksperimental.
1.5.1. Eksperimen Compton
Seberkas sinar-x dengan panjang gelombang λ dijatuhkan pada target/bahan. Compton lalu mengukur intensitas sinar-x terhambur dari target sebagai fungsi panjang gelombang untuk beberapa arah terpilih. Kemudian diketemukan bahwa meskipun berkas datang hanya mengandung satu panjang gelombang, sinar-x terhambur akan mempunyai puncak-puncak intensitas pada dua panjang gelombang. Satu puncak berkaitan dengan panjang gelombang datang λ sedang yang lain λ’ yang lebih besar dari λ. Selisih panjang gelombang ini disebut pergeseran Compton (Compton Shift).
1.5.2. Gambaran Klasik Efek Compton
Gelombang datang dengan frekuensi  setelah bertumbukan dengan bahan akan menyebabkan elektron di dalam target/bahan berosilasi pada frekuensi yang sama dengan frekuensi gelombang datang. Elektron-elektron osilasi ini dari teori dipol listrik akan menghasilkan radiasi pada frekuensi yang sama. Jadi berkas terhambur seharusnya hanya mempunyai frekuensi yang sama dengan berkas datang. Puncak terhambur dengan panjang gelombang λ’ sama sekali tidak dapat dimengerti jika kita memikirkan berkas sinar-x datang sebagai gelombang Compton melihat berkas datang sebagai arus foton dengan energi
 E=hv
 dan momentum                                             
 
dan berasumsi bahwa beberapa foton ini membuat tumbukan bak bola billiard dengan elektron-elektron individu di dalam target. Jika elektron mengambil sejumlah energi kinetik dalam suatu tabrakan, maka foton terhambur harus mempunyai energi yang lebih rendah E’ daripada foton datang. Oleh karena itu meampunyai frekuensi yang lebih rendah v’ (panjang gelombang yang lebih panjang λ’).



Gambar . Hasil Eksperimen Compton

Foton sebagai partikel mempunyai tenaga sebesar Er = h  . Berdasarkan kesetaraan massa-energi Einstein, foton mempunyai massa sebesar
 
dan mempunyai momentum linear sebesar
 
Seberkas radiasi yang dikenakan pada lempeng (plat tipis) logam akan mengalami hamburan. Intensitas radiasi terhambur tergantung pada sudut hamburannya. Gambar I-4 menunjukkan susunan peralatan dan hasil pengamatan hamburan radiasi. Gejala tersebut tidak dapat dijelaskan dengan memandang radiasi sebagai gelombang klasik.
Pada tahun 1923, Compton mempelajari hamburan radiasi tersebut di atas, dan menerangkan sebagai berikut. Radiasi yang dikenakan pada lempeng logam berinteraksi dengan elektron bebas dalam logam (tidak selalu menimbulkan efek fotolistrik walaupun tenaganya cukup). Interaksi antara radiasi dengan elektron bebas dalam logam berperilaku seperti tumbukan elastis antara dua partikel. Mekanisme hamburan radiasi (kemudian disebut hamburan Compton atau efek Compton) tersebut di atas dapat dijelaskan dengan memberlakukan hukum-hukum kekekalan tenaga dan momentum linear secara relativistik. Pemberlakuan kedua hukum kekekalan tersebut menghasilkan persamaan-persamaan